Kamis, 26 Juni 2008

RONALDINHO

Berikut salah satu karya saya yang saya ikutkan dalam DONG-A LG DIGITAL CARTOON COMPETITION. Dalam kompetisi ini karya saya masuk dalam FINE WORK PRIZE kategori KARIKATUR.
Konsep karya saya adalah tentang sosok Ronaldinho yang mempunyai kemampuan bermain bola bak tukang sulap. Tapi pada saat ini dia menghadapi masalah dalam berat badannya sehingga kemampuan "sulapnya"berkurang.
He..he..gambarnya ancur ya...

SKET
PATH

FINAL DESIGN


Karikatur keluarga besar bos




Kamis, 19 Juni 2008

Rabu, 18 Juni 2008

CHLOROSPIES

sket
jadi


Tangisan akan sebuah kondisi
Karena...
Dia dilahirkan..ditanah dimana alam sudah porak-poranda.
..dimana dia menjadi sosok terakhir.
saksi putusnya satu generasi.

Minta doanya..
Insya Allah karakter saya ini akan saya kembangkan ke dalam cerita komik.

EVOLUTION



konsep dasar dari illustrasi ini adalah sebuah ketidakpastian.
Semua menjadi serba rancu dan terbolak-balik..
Dengan setting kedalaman air saya mengilustrasikan suasana dimana udara menjadi rebutan oleh makluk yang bentuknya juga rancu (silahkan didefinisikan sendiri).
objek yang tidak sinkron dan tidak masuk nalar sengaja saya kombinasikan untuk menambah pengembangan imajinasi.

(Kayaknya kedepan karakter ini akan saya olah lagi dengan style yang lain.)


Minggu, 04 Mei 2008

PIJAR

Mencoba merenung
Menakar kemampuan adalah keberanian
Kalau hanya seekor kunang-kunang
Tak perlu dunia gemerlap didatangi

Bangga dengan temaram bukanalah sebuah stagnan
Karena menyadari keterbatasan adalah rasa syukur itu sendiri

Fungsi itu hanya ada
Jika sesuatu berada di waktu serta tempat yang tepat

Setapak yang gelap bukanlah sesuatu yang buruk
Kalau sebenarnya apa yang dicari adalah
Menjadi sesuatu yang berguna

Tetaplah terbang
Tetaplah kepakkan sayap
Dan pijarkan cahaya redup di gelap

Tetaplah tersenyum
Karena sebenarnya kita diakui
Bahwa...
Kita ada

Mungkin hanya gumanan
Tapi bila hati yang mendengar
Itu sudah cukup mengalahkan gemuruh

Selasa, 01 April 2008

KISAH

Rasa nyaman ..sekarang rasanya mahal.
Alat komunikasiku berubah menjadi sumpah serapah
Mana berita bahagia ?!!!
Yang ada sekarang hanyalah rutinitas ...
Sayang sebenarnya ... sebuah karya bukan dari hati
Sebuah karya keluar dari buah kemarahan

Awalnya marah ...
Kemudian fikiran itu berubah
Bahwa itu resiko, bahwa itu kewajibanku
Bahwa itu hak mereka untuk meluapkan itu padaku

Hanya kesadaran yang muncul ...
Status kadang bisa membuat tubuh melayang
Untuk kemudian menghujamkan tubuh kita

Hanya satu keyakinan ...
Status hanya pengakuan terhadap suatu posisi diri
Tapi tidak menjamin kebahagiaan ...

Selasa, 05 Februari 2008

PAMONG PRAJA

Ada beberapa hal berkecamuk dari kebijaksanaan pemerintah yang tidak bijaksana saat terjadi penggusuran kawasan pedagang kaki lima oleh SATPOL PP.

Memang benar...pedagang kaki lima berada pada posisi lemah dan salah karena menempati daerah yang jelas dilarang, tapi yang menjadi pertanyaan bahkan mungkin bisa disebut fenomena adalah para jagoan itu selalu bergerak setelah kaki lima sudah menjadi komunitas..bukan saat masih beberapa gelintir pedagang membuka kawasan tersebut.
Tingkat kesedihan "mungkin" akan lebih ringan karena akar belumlah dalam menancap di tanah.

Entah apa yang sebenarnya terbersit di fikiran, saat mereka obrak-abrik rumah, kios atau bangunan apapun yang mereka anggap melanggar/menyalahi peraturan..tapi menurutku (setidaknya) nurani bisa dilihat dari raut muka mereka sangar "bekerja".

Sedih..karena sepertinya memang mereka diplot untuk tetap lurus saat..seorang ibu-ibu tua yang memelas dan memohon agar diberi kesempatan untuk menyelamatkan barang-barang yang ada didalam bangunan yang akan digusur (meski barang yang mereka punyai tidak seberapa dan mereka anggap tidak ada artinya).

Kadang ada pertanyaan muncul, bagaimana sistem perekrutan mereka sehingga profil yang muncul dari mereka begitu "menakutkan".

Entah berapa "doa" untuk segala ketidakbaikan dari kaum tergusur.

Entah berapa tetes airmata dari mereka yang berlindung dibalik embel-embel peraturan.

Keadilan memang jauh dari orang miskin

Baby



Forest Hunt